
Percayakah anda bahwa secara tidak langsung, memori masa kecil berpengaruh terhadap kehidupan kita sekarang?
Mau buktinya?
Beberapa kali atau beratus kali kita mendengar orang tua kita menceritakan tentang cerita kehebatan seorang tokoh hero?
Berapa banyak film sekarang yang booming karena ada sosok hero nya seperti Batman, Superman?
Itulah yang tanpa kita sadari nancep dalam pikiran, bahwa untuk menjadi seorang yang sukses harus punya sesuatu yang hebat, dan kita bisa menjadi seorang hero, seorang online entrepreneur yang sukses.
Bahkan dalam masa sekolah, siapa yang dibanggakan oleh sang guru dan sering disebut di kelas sebagai anak yang berprestasi?
Seakan anak yang tidak berprestasi masa depannya kurang bagus dibandingkan anak yang pintar.
Sayangnya pada kenyataan hal itu tidak benar…
Karena dunia entrepreneur tidak diukur berdasarkan nilai pelajaran atau ijazah.. keadaan sudah berubah tidak seperti dulu lagu
Perkembangan teknologi sedemikian gencarnya, bahkan kepintaran seorang anak pun sudah digantikan oleh robot AI, dan banyak hal yang akan berubah juga, termasuk dalam kepribadian seseorang dan nilai moral.
Seorang anak yang basic moralnya tidak kuat, bisa jadi mengalami salah pergaulan dengan teman-temannya ataupun efek dari gadget dan memilih komunitas yang salah.
Masalah fundamental dalam beretika tidak tergantikan oleh apapun, dan itu wajib dimiliki baik dalam bersosialisasi maupun berbisnis, terapkan hal sederhna ini dan anda bisa melihat perbedaannya.
Bagaimana dalam bisnis?
Juga tidak berbeda jauh…
Jika anda tidak menguasai basic fundamental dalam berbisnis, bisa jadi nasib anda sama seperti banyak orang di luar sana yang mengalami kesulitan dalam mengembangkan bisnisnya.
Cukup banyak orang yang berpendapat bahwa harus menunjukkan personal branding yang kuat sehingga orang tertarik dengan anda.
Benarkah begitu, pendapat yang beredar di luar sana?
Tapi kalo boleh saya bertanya kepada anda, “Sebenarnya personal branding yang seperti apa yang anda inginkan?”
Apakah sesuatu yang terlihat hebat dengan anda membagikan produk gratis?
Ataukah saat anda menunjukkan bukti transfer puluhan juta (entah milik siapa), dan anda merasa itu adalah ‘pancingan’ yang tepat untuk mendapatkan list?
Apakah supaya anda bisa mengatakan dengan bangga, “Ini loh saya, coach digital marketing”
Tapi coba tanyakan kepada diri sendiri, ke hati terdalam anda…
Apakah semua itu sudah benar dan sesuai kenyataan?
Jika apa yang anda katakan tidak sesuai dengan kenyataan, dan anda tetap katakan, itulah SEBAB TERBESAR mengapa penjualan anda tidak terjadi.
Karena ada pertentangan di hati nurani dan keraguan anda saat mengatakannya dan hal itu berpengaruh dalam tulisan anda.
Terkadang orang takut untuk terlihat lemah..
Dan…
Takut untuk di cap tidak sukses oleh temannya maupun prospeknya dan mereka tidak jadi membeli produk anda..
Yeah… itu;lah yang banyak dilakukan oleh orang lain di luar sana.
Tapi saya ingin menantang anda kali ini…
Beranikah anda melakukan hal sebaliknya?
Maksudnya?
Masih bingung?
Ok. saya punya satu cerita..
Saat anak laki-laki saya usia 5 tahun ingin naik sepeda dan ingin punya sepeda…
sang papa membelikan sebuah sepeda kuning, namun sayangnya…
sepeda itu ukuran orang dewasa, sedangkan sang anak masih kecil,
kakinya tidak sampai menyentuh tanah jika ia duduk di sadel sepeda.
Apa yang dilakukan sang anak?
Anak itu tidak marah, tidak kecewa,
tapi dengan semangat ia mencari rumah yang ada lapangan cukup luas dimana ia bisa belajar sepeda dengan aman.
Ia membawa sepeda itu dan mencari tempat yang agak tinggi,
sampai ia menemukan sebuah tempat duduk yang terbuat dari semen,
lalu ia berdiri di atas kursi batu itu sehingga ia bisa mencapai sadel sepoeda dan duduk di atasnya.
Kemudian ia mulai berlatih menggenjot sekuatnya supaya pedal sepeda satunya bisa ia tekan sekuatnya lagi
Yups…kakinya tidak sampai di pedal sepeda bawah sehingga untuk menyeimbangkan sepeda
dan supaya ia tidak jatuh, ia konsentrasi penuh
saat ia sudah capek, ia turun dari sepeda dengan cara loncat dari sadel dan sepedanya dijatuhkan.
Ada satu pelajaran bagus..
bisa saja sang anak protes dan meminta sepeda baru lainnya …dimana kakinya bisa menyentuh tanah untuk menyeimbangkan sepedanya.
Tapi di balik keterbatasannya, sang anak berani memacu dirinya,
berpikir dan mencari solusi, dan tidak memikirkan resikonya jika tiba-tiba ia terjatuh dan terluka.
Saat ia berada di atas sepeda, ia harus konsentrasi penuh supaya tidak hilang keseimbangan,
karena ia ttahu bahwa kakinya tidak cukup panjang yang mengamankan posisinya.
Ibaratkan perjalanan bisnis anda seperti itu juga…
Kita semua pasti punya kelemahan…
Tapi dalam kelemahan itulah anda bisa memunculkan ide bagaimana anda mengatasi kelemahan itu..
Misalnya anda merasa tidak punya skill dalam berbisnis atau berkomunikasi..
Anda bisa upgrade ilmu dengan membaca buku-buku positif, lihat dan pelajari misalnya:
Lihatlah bagaimana orang-orang yang sudah sukses berkomunikasi dengan orang lain…
Apa yang mereka lakukan dalam membangun habit suksesnya…
Bagaimana cara mereka mengatasi kendala…
Anda bisa kombinasikan dari apa yang anda dapatkan,
Jangan pedulikan siapa yang baca blog anda atau apakah ada yang baca blog anda, anggaplah ini suatu latihan kecil..
Jangan heran…
saat setelah 90 hari anda sudah bisa menulis dengan sangat lancar,
dan karena ini adalah pengalaman anda sendiri, maka anda bisa juga sharing pengalaman anda dengan enjoy?
Anda bisa tuliskan dalam blog anda sesuai dengan niche bisnis anda,
biarkan orang-orang yang sesuai niche anda akan mendekat dan menjadi list anda.
Sederhana nan simple bukan?
See…
Anda tidak perlu mengatakan, “Saya bisa bla bla bla”, tapi tunjukkan konten blog anda
dan biarlah mereka melihat anda sebagai seorang yang memiliki value
Well…
sebenarnya banyak cara yang bisa menutup kekurangan kita menjadi suatu kelebihan
(dan cara ini adalah yang bisa dilakukan seorang pemula sekalipun.)
Itulah juga yang saya lakukan saat awal menjalankan email marketing dengan segudang kelemahan,
Saya gaptek!
Namun itulah yang akirnya menjadi kekuatan saya.
Bahkan sekarang saya bisa dengan pedenya sharing pengalaman saya di
~CCL
Saat awal mulai mempelajari Email Marketing, saya tidak punya pengalaman apapun dan gaptek saat berurusan dengan hal teknis Namun seiring dengan kemauan dan belajar, saya mulai bisa menulis, bermain dengan website, autoresponder dan semakin tertarik dengan FUNNMAIL (Funnel & Email), karena ini adalah fundamental suatu bisnis (dan masih banyak orang yang belum paham)