Cara Menghilangkan Ketakutan dalam Menulis

Mengapa Banyak Orang Takut Menulis

Takut menulis adalah hal yang umum, terutama bagi pemula yang baru mulai menuangkan pikiran ke dalam kata-kata.

Banyak yang merasa idenya tidak cukup bagus, takut salah, atau takut tulisannya tidak dibaca.

Akibatnya, banyak cerita yang seharusnya bisa menginspirasi dunia justru terkubur karena ragu untuk mulai.

Well…

Saya pun juga pernah mengalami dan di posisi seperti ini, ada ketakutan dan keraguan muncul…

Bagaimana jika tulisan saya dibully hanya karena saya seorang newbie?

Tapi saya SALAH BESAR!

Karena menjadi storyteller yang hebat tidak dimulai dari tulisan yang sempurna, tapi dari keberanian untuk menulis apa adanya.

Setiap penulis besar pernah ada di titik takut dan tidak percaya diri.

Ketakutan Itu Wajar, Tapi Jangan Dijadikan Alasan Diam

Ketika anda menulis, anda sedang membuka diri.

Anda membiarkan orang lain melihat isi kepala dan isi hati.

Itu sebabnya wajar kalau anda merasa takut.

Namun, kalau ketakutan ini terus dibiarkan, anda tidak akan pernah berkembang.

Daripada mengejar tulisan sempurna, fokuslah pada tulisan yang jujur.

Berdasarkan pengalaman pribadi saya…

Justru tulisan yang sederhana dan personal biasanya lebih mudah diterima dan dirasakan pembaca.

(bahkan jika anda sudah terbiasa, hal ini membuat storytelling anda menghasilkan penjualan dengan jauh lebih mudah)

Tips Menghilangkan Takut Menulis dan Menjadi Storyteller

  1. Tulis untuk satu orang.
    Bayangkan anda sedang cerita ke sahabat. Ini akan membantumu tulislah dengan natural (ga usah berpura-pura menjadi orang lain)

  2. Tulis dulu, edit nanti.
    Jangan perfeksionis saat membuat draft pertama (kelaman edit – tulis hapus buat mood anda jadi ragu lagi)

  3. Ceritakan pengalaman sendiri.
    Cerita nyata terasa lebih hidup dan menyentuh. (emosi memegang peranan penting)

  4. Mulai dari pendek.
    Tiga paragraf sehari sudah cukup untuk membentuk kebiasaan (teori – kenyataannya anda bisa menulis lebih dari 100 kata tanpa disadari)

  5. Konsisten.
    Latihan rutin akan bikin anda makin kuat.(kayak ngopi aja, ada yang kurang kalo sehari ga nulis)

Ketakutan dalam menulis bukan untuk dihindari, tapi untuk dihadapi.

Tulisan anda bukan tentang siapa yang paling pintar, tapi siapa yang paling berani untuk jujur.

Saat anda mulai bercerita, anda bukan sekadar menulis—anda sedang membangun koneksi yang bermakna.

Jika anda ingin belajar menjadi storyteller dengan cara yang jujur dan powerful, anda juga bisa menfaatkan bantuan dari AI dalam menulis dan anda kembangkan atau edit sendiri sesuai style anda.

Saya share tools yang bisa saya gunakan dalam membantu membuat artikel

~CCL

About the Author Cecilia

Saat awal mulai mempelajari Email Marketing, saya tidak punya pengalaman apapun dan gaptek saat berurusan dengan hal teknis Namun seiring dengan kemauan dan belajar, saya mulai bisa menulis, bermain dengan website, autoresponder dan semakin tertarik dengan FUNNMAIL (Funnel & Email), karena ini adalah fundamental suatu bisnis (dan masih banyak orang yang belum paham)

follow me on:

Leave a Comment: