
Ya, kali ini saya akan membahas lebih dalam tentang email marketing.
Bukan karena saya adalah seorang email marketer, tapi karena saya PEDULI dengan anda, dan ingin melihat anda sukses dalam bisnis.
Persaingan dengan kompetitor semakin tajam,
dan jika anda menggunakan cara yang sama seperti yang anda lakukan selama ini,
Apakah itu akan mendatangkan hasil yang baik?
Ataukah anda akan menghabiskan banyak waktu berharga anda ?
Well…
Email BUKAN satu satunya cara yang terbaik,
tapi dengan mempelajari
ilmu Direct Response Marketing dengan prinsip-prinsip fundamental , anda dapat membuat bisnis anda semakin kokoh.
Bukankah anda juga menginginkan mempunyai bisnis yang bisa bertahan lama alias long term?
Sedangkan…
Waktu dan momentum tidak pernah bisa diputar kembali, bukankah kita juga akan menua dan tidak bisa aktif seperti sekarang di saat 20 tahun lagi?
Mengapa tidak mulai membangun bisnis dari sekarang dengan pondasi yang kokoh tidak tergoyahkan oleh resesi, bencana alam, maupun pandemi?
Apakah email marketing bisa dilakukan oleh semua orang (yang mau belajar dan berlatih?
Jawabnya adalah BISA!
Karena saya sudah melakukannya, dan proses ini tidak mudah, banyak pertanyaan yang muncul dalam pikiran saya saat itu (dan bisa jadi dalam pikiran anda juga)
1. Tidak punya bakat menulis
Saya bukan orang yang suka mengarang dan menulis,
bahkan latar belakang pendidikan saya lebih suka berhubungan dengan angka-angka,
saya tidak suka dengan hal-hal yang berurusan dengan orang lain (saya memilih untuk hidup tenang tanpa gosip).
Pertama mendengar email marketing yang terbayang adalah harus menulis email,
“Bagaimana mungkin, sedangkan saya benci untuk menulis, apa yang harus saya tulis?”
Tapi keraguan itu sirna saat mengetahui satu pemahaman simple, “Anda bisa berbicara… itu artinya anda bisa menulis”
Benar juga…
Kita adalah makhluk sosial dan pastinya setiap hari berinteraksi entah dengan keluarga, tetangga maupun teman.
Jika di pagi hari anda sedang jogging dan bertemu dengan teman anda, apa yang anda katakan?
Bukankah itu bisa anda tuliskan menjadi sebuah email anda?
Misalnya :
Hai…Conan, senang bertemu dengan anda.
Saya baru terpikir nanti mau menghubungi, karena ada satu project yang sepertinya bisa kita garap bareng.
Project ini saya lihat sangat menguntungkan di masa pandemi seperti sekarang, dan tidak banyak pesaingnya.
Detailnya baca di sini
Bukankah satu percakapan simple bisa langsung jadi sebuah email dan tidak sampai membuat kening anda berkerut mencari ide tulisan karena…
2. Tidak tahu dimana mencari ide tulisan
Sebenarnya ide tulisan itu sangaaaat banyak.
Apalagi di jaman overload informasi di internet seperti sekarang ini, anda sangat mudah menemukan informasi yang sedang anda cari.
Misalnya anda ingin tau berapa lama perjalanan dari kota anda (anggaplah di Bandung) menuju Jakarta.
Anda tinggal googling dan menemukan jawabannya :
2 hr 21 min (151.1 km) via Jl. Tol Cipularang
Anda bisa menulis email seperti ini :
S : Ada apa dengan 2 jam 21 menit?
Berapa lama anda duduk sambil scroll HP mencari berita yang menarik?
Satu persatu anda skip dan terus berburu sesuatu yang menarik
Waktu awal semula 15 menit berubah menjadi 2 jam 21 menit, dan anda baru menyadari bahwa anda sudah harus menjemput anak sekolah.
Tahukah anda, bahwa dengan waktu yang sama…
jika anda berdomisili di Bandung, maka anda sudah bisa mencapai kota Jakarta untuk menemui klien?
Banyak orang tidak menyadari bahwa telah membuang banyak waktu berharganya dan mengabaikan hal yang penting?
Bagaimana jika dengan waktu yang sama setiap hari, anda berlatih dan upgrade skill anda untuk mulai menghasilkan income dari rumah dengan menulis email?
Challenge ini membuat anda lancar menulis dalam 7 hari
Nama Anda
Dapat idenya?
Bagaimana jika…
Anda hanya perlu berlatih setiap hari supaya bisa lancar menulis email dengan ide di sekitar anda.
3. Belum punya list, lalu menulis untuk siapa?
Jika anda ingin maju dalam sebuah kompetisi menyanyi seperti Indonesian Idol.. apa yang anda lakukan?
Apakah anda berlatih sendirian di kamar sambil menghadap kaca besar supaya anda bisa bernyanyi dengan jernih dan bisa membawakan lagu dengan penuh perasaan?
Atau anda menunggu untuk bernyanyi saat sudah di depan audiens tanpa berlatih dulu?
Hal yang sama dengan menulis email…
Anda pilih berlatih dulu sampai bisa menulis email yang enjoy dibaca, bahkan subscriber (orang dalam list anda) tertarik untuk klik penawaran dalam sales page yang anda sertakan di akhir email?
Atau anda dengan pedenya asal menulis email dan buru-buru menawarkan produk ke list anda sehingga membuat mereka tidak nyaman dan melakukan unsubscribe padahal sebenarnya adalah customer avatar anda?
Ingatlah, mereka belum mengenal anda, jangan terburu-buru menjual kepada mereka, biarkan mereka nyaman dulu dengan anda.
4. Bagaimana jika mereka tidak suka jika saya sering mengirimkan email?
Jika email anda hadir di inbox dengan hanya tujuan berjualan semata dengan iming-iming bonus atau harga murah, email seperti ini layak dibuang ke tempat sampah.
Ibaratnya anda sedang bersantai di teras rumah sambil membaca buku…
tiba-tiba datang seseorang yang tidak dikenal datang dan langsung promo produknya tanpa memberikan kesempatan anda untuk berbicara,
apa yang anda lakukan?
Mungkin saat itu anda masih tersenyum dan mengatakan, “Maaf, saya tidak berminat, silahkan tawarkan orang lain”
Tapi besoknya orang yang sama datang lagi, dan keesokannya datang lagi, apa yang anda lakukan?
Tidak hanya menolak, bisa jadi anda langsung menutup pintu dengan kasar saat melihat orang itu datang lagi.
Itulah yang terjadi jika anda datang setiap hari ke inbox subscriber anda hanya dengan tujuan supaya closing.
Tapi jika anda datang dengan email edukasi yang ada valuenya…
Anda bisa ceritakan story anda dan hubungkan dengan produk yang anda tawarkan.
Artinya?
Yang membaca email anda akan tetap enjoy membaca bahkan tanpa sadar klik link yang di dalam email.
Tulislah story yang relevan dengan list anda, sehingga mereka bisa merasa ‘connect’ dengan apa yang anda alami.
Tapi jika anda sudah melakukan semuanya dengan baik dan ada yang melakukan UNSUBSCRIBE, anda tidak perlu khawatir..
Unsubscribe adalah filter yang bagus untuk menjadikan list anda sehat.
Seseorang yang join dalam list anda dan hanya menginginkan produk gratis yang anda tawarkan adalah ibarat benalu dalam list anda dan perlu dibuang.
Jika anda masih ingin tau bagaimana memulai email marketing ini, anda bisa mencoba dalam free ecourse selama 3 hari dulu.
Salam ngemail,
~CCL
Saat awal mulai mempelajari Email Marketing, saya tidak punya pengalaman apapun dan gaptek saat berurusan dengan hal teknis Namun seiring dengan kemauan dan belajar, saya mulai bisa menulis, bermain dengan website, autoresponder dan semakin tertarik dengan FUNNMAIL (Funnel & Email), karena ini adalah fundamental suatu bisnis (dan masih banyak orang yang belum paham)