Break The Limit

break the limit

Satu kata yang banyak dihindari oleh kebanyakan orang

Karena bisa menimbulkan perasaan ga nyaman tapi ada juga yang merasakan penasaran

Apa itu?

Challenge!

Seketika muncul pertanyaan di dalam hati :

  • “Apakah saya mampu untuk melakukan hal itu?”
  • “Bagaimana jika saya tidak berhasil dan diketahui teman?”
  • “Apa untungnya bagi saya untuk melakukan action?”

Bagaimana mengatasi perasaan seperti itu?

Satu contoh kasus..

Perasaan itu sempat dirasakan oleh Buff Dudes, 2 orang body builder yang terkenal di Youtube dengan 2,58M subscriber. (anda bisa googling)

Brandon dan Hudson ingin mengikuti turnamen lari 10K, tapi mereka belum punya pengalaman.

Mereka tau, bahwa tanpa berlatih mereka tidak akan bisa tiba-tiba mengikuti lomba lari itu, karena dibutuhkan ketahanan fisik dan mental yang kuat.

So, apa yang mereka lakukan?

Satu-satunya jalan adalah mereka harus mempersiapkan diri selama 30 hari dengan…berlari setiap hari, semaksimal mungkin.

Setiap hari mereka tambah porsi jarak berlari mereka dan diimbangi dengan berlatih olahraga cardio, mengatur pola makan dan pola istirahat.

Tantangan yang sangat tidak mudah dan hampir membuat mereka menyerah..

Rasanya lebih nyaman bangun tidur dengan menikmati sarapan dengan santai ketimbang harus berlari puluhan km di pagi hari.

Tapi mereka menyadari, itulah konsekuensi yang harus mereka ambil saat memutuskan untuk ikut lomba lari 10k,

Mereka menerapkan satu prinsip: “Running every single day without taking a break!”

Perjuangan 30 hari yang sangat melelahkan fisik dan menempa emosi mereka..

Tapi mereka tidak menyerah, dan berhasil menyelesaikan turnamen lari sampai garis finis

Walaupun tidak menang, tapi mereka mendapatkan pengalaman luar biasa.

Bukan masalah kalah atau menang, tapi bagaimana melawan zona tidak nyaman yang berada dalam setiap challenge.

Hal yang sama pun terjadi di dalam suatu bisnis

How break the limit?

1.Yakinlah dengan diri anda sendiri

Tidak semua orang berani untuk menjadi dirinya sendiri, dan merasa lebih nyaman berada dalam kerumunan orang banyak, ikut yang sedang trend.

Hal ini terutama dialami oleh seseorang yang tidak mempunyai skill , karena jika tidak menguasai suatu skill, orang itu tidak akan punya kepercayaan diri di hadapan orang lain.

Okelah..

Seseorang bisa membaca banyak buku, banyak teori sudah dipahami, namun tidak pernah dipraktekkan…

Maka yang dikatakannya hanya berupa teori dan akan cepat berubah jika ada teori baru yang seakan lebih bagus.

Apakah anda mau belajar mengendarai mobil dari seseorang yang mengajari anda nyetir mobil sambil membaca buku tentang menyetir untuk pemula dan belum pernah mengendarai mobil sama sekali?

Tinggalkan semua teori, go action sampai anda menjadi memiliki satu skill, dan di situlah percaya diri akan jauh meningkat pesat!

 

2. Tidak ada batasan waktu belajar.

“Empty your cup”

Kalimat simple ini selalu menjadi pedoman bagi saya saat mempelajari sesuatu yang baru.

Semakin anda mempelajari sesuatu, semakin terlihat bahwa sangat sedikit yang kita ketahui, masih banyak orang hebat dimana kita bisa belajar dengan mereka.

Contohnya walaupun saya sudah lama belajar email marketing, tidak berarti saya sudah menjadi seorang yang expert, karena banyak hal hal baru saya dapatkan saat subscribe di berbagai tokoh Direct Response Marketing.

Bahkan ada kalanya apa yang saya lakukan saat ini sudah mengalami perubahan, karena bisnis itu harus dinamis, menyesuaikan dengan perubahan yang terjadi.

Jika dulu email marketing cukup dengan share link dan akan banyak penjualan terjadi saat selesai broadcast, saat ini tidak bisa seperti dulu lagi..

Karena market semakin kritis dan mereka membutuhkan keyakinan dulu bahwa mereka sudah percaya bahwa anda bisa memberikan solusi atas masalah mereka.

Jika anda menggunakan media sosial juga sama..

Algoritma media sosial yang selalu update akan membawa dampak yang cukup besar.

Anda tidak mungkin lagi sekarang posting berjualan dengan seenaknya karena rule nya sudah berubah dan semakin sedikit orang yang melihat postingan anda – diharapkan anda mulai menggunakan iklan berbayar.

 

3. Tetapkan VISION anda

Dengan anda sudah mempunyai suatu Vision, artinya anda sudah memasang ‘kacamata kuda’, sehingga anda harus tetap bergerak maju tanpa tolah toleh ke kanan kiri.

Abaikan semua omongan, pandangan orang lain terhadap anda…

Bukankah masa depan anda tergantung dengan anda dan bukan apa kata mereka?

Tidak jarang orang-orang terdekatlah yang menunjukkan sikap tidak percaya, meremehkan dan tidak mensupport anda.

Itu wajar, karena mereka beranggapan itu adalah bentuk perhatian mereka dan merasa mereka lebih paham dibandingkan anda.. (walau itu terkadang menyakitkan!).

Bagaimana menghadapi situasi seperti ini?

Alih-alih anda protes dan akhirnya berselisih paham dengan mereka, anda cukup senyum dan mengatakan, “Terima kasih”

Tapi anda harus membuktikan apa yakini itu adalah sesuatu keputusan yang benar..dengan anda menunjukkan BUKTI kepada mereka.

“Silent is a gold”

 

4. Berkumpul dengan komunitas yang support anda

Gangguan itu selalu ada dan terkadang tidak bisa dicegah karena berada di luar kendali kita.

Tapi yang bisa anda kendalikan adalah perasaan dan apa yang anda pikirkan.

Jika anda berkumpul dengan sekumpulan orang yang pemarah, anda akan mudah berubah menjadi seorang yang pemarah pula, dan meng-kambing hitamkan keadaan saat tidak seperti yang anda harapkan.

Tapi jika anda berkumpul dengan komunitas yang satu visi dengan anda…mensupport semua yang anda lakukan, secara tidak langsung anda akan berusaha mengeluarkan potensi terbaik anda, dan menciptakan suatu breakthrogh!

Hal ini pernah saya alami saat seseorang sahabat di awal perjalanan bisnisnya mengeluh bahwa ia merasa sebagai orang yang tidak punya kemampuan menulis email..

Rasa percaya dirinya sangat kecil, dan menunjukkan kelebihan orang lain dibandingkan dirinya saat menulis email.

Saat saya akhirnya bisa menemukan ‘tombol switch’ dan mensupport dirinya…

Anda tau apa yang terjadi?

Dia mempunyai potensi yang sangat bagus, bahkan saat ini dia sudah bisa menjual jasa menulis email series dan dibayar mahal oleh client!

Apa kesimpulannya?

Ia berhasil Break the limit!

Seseorang yang merasa dirinya TIDAK BISA bukan berarti orang itu seorang pecundang, tapi artinya ia BELUM menemukan komunitas yang bisa membuat dirinya mengeluarkan potensi terbaiknya!

Apakah anda juga termasuk orang yang:

  • membutuhkan komunitas yang bisa menunjang pembentukan diri anda sebagai seorang online entrepreneur..
  • mempunyai skill dan percaya diri
  • menghasilkan income dari bisnis online
  • Ingin membantu orang lain yang mempunyai kendala seperti anda

 

Jika itu yang terjadi..

Break the limit!

Sebuah komunitas yang sudah disiapkan oleh ROI Team  ini bisa menjadi pilihan anda, karena apa yang diajarkan di dalam komunitas ini adalah apa yang sudah kami lakukan selama ini dalam menghasilkan income sebagai email marketer.

Komunitas ini memang bukan untuk semua orang, karena di dalamnya anda perlu banyak melakukan praktek, latihan dan action!

Tapi jika itu yang anda butuhkan, kami siap menyambut hangat anda di dalam usaha break the limit :

Join Family IPS Club

~CCL

About the Author Cecilia

Saat awal mulai mempelajari Email Marketing, saya tidak punya pengalaman apapun dan gaptek saat berurusan dengan hal teknis Namun seiring dengan kemauan dan belajar, saya mulai bisa menulis, bermain dengan website, autoresponder dan semakin tertarik dengan FUNNMAIL (Funnel & Email), karena ini adalah fundamental suatu bisnis (dan masih banyak orang yang belum paham)

follow me on:

Leave a Comment: