Storytelling : Yang Tidak dapat ditulis

Apakah semua orang bisa menulis storytelling?

Pertanyaan ini banyak muncul di inbox email saya, dan mereka bertanya,

“Bagaimana caranya  menulis storytelling yang menarik dan membuat pembacanya rela meninggalkan kopi panasnya karena keasyikan membaca story?”

Kursus tentang storytelling ada banyak bertebaran, baik online maupun offline.

 

Tapi sebenarnya ada satu cara yang super duper mudah yang bisa anda lakukan…

Bahkan anda tidak harus menyandang gelar sebagai storyteller duluan.

Anda tidak harus pintar bercerita…

 

Faktanya…

Semua orang sebenarnya PUNYA cerita masing-masing

Tapi masalahnya adalah…

 

Anda takut untuk memulai story anda sendiri…

Mungkin anda takut jika story yang selama ini anda pendam akan terkuak dan itu membuat aib bagi anda…

Mungkin anda merasa ragu jika tulisan anda tidak disukai orang lain…

Mungkin anda bingung harus memulai dari mana duluan…

 

Anda punya sahabat akrab?

Katakanlah anda sangat mengenal dia…

Tapi apakah anda sungguh yakin tau semua story tentang dirinya?

Apakah ada sisi-sisi yang ia sembunyikan pada anda?

Jika anda menulis story tentang sahabat anda itu…

Apakah akan sedetail dengan story yang ditulisnya sendiri?

 

Sebaliknya…

Katakanlah ada seorang produser film ingin mengangkat tentang kisah anda.

Apakah sang penulis script bisa menulis skenario tanpa bertanya detail kepada anda dan hanya menggunakan karangan ia sendiri?

 

Artinya?

Anda adalah seorang storyteller yang hebat.

Anda bisa menulis story anda tanpa harus berpikir 100x lagi.

Semuanya bisa mengalir lancar dan anda tuangkan dalam tulisan via keyboard laptop anda.

Ga perlu contekan lagi.

 

So…

Sudah berani untuk memulai menulis cerita anda?

Jika anda masih merasa butuh pegangan untuk memulai dari awal…

Ebook The Power of Storytelling  ini telah membantu banyak sahabat saya yang ingin mulai menulis.

 

“Lalukan satu langkah kecil setiap hari dan anda akan merasakan dampaknya di kemudian hari”

 

~CCL

About the Author Cecilia

Saat awal mulai mempelajari Email Marketing, saya tidak punya pengalaman apapun dan gaptek saat berurusan dengan hal teknis Namun seiring dengan kemauan dan belajar, saya mulai bisa menulis, bermain dengan website, autoresponder dan semakin tertarik dengan FUNNMAIL (Funnel & Email), karena ini adalah fundamental suatu bisnis (dan masih banyak orang yang belum paham)

follow me on:

Leave a Comment: