Fun Email : Style ngemail yang ditunggu List Anda

Fun Email yang menghasilkan konversi penjualan

 

Bedjo sangat antusias dengan bisnisnya.

Dia mentarget market online marketing dan dia baru saja mulai membangun list.

Jianto memutuskan jalan daily email untuk membangun relasi dengan list.

Sejauh ini cukup bagus.

Tapi sebuah pelajaran bagus datang pada Bedjo!

Karena saking semangatnya mengirimkan email setiap hari, Bedjo lupa satu hal yang paling fundamental dalam email marketing.

Apa itu?

Bahwa mereka yang ada dalam list nya adalah marketer juga, mereka suka belanja solusi untuk bisnis mereka tapi tidak suka perlakuan cara menjual yang agresif dimana itulah cara Bedjo melakukan email marketing selama ini.

Email Bedjo hampir selalu seperti ini:

 

===

Hai produk ini bagus sekali.

Sudah 1200 orang yg join, anda kapan?

Diskon terakhir malam ini, join sekarang atau anda menyesal seumur hidup!!!

===

 

Apa pendapat anda jika mendapatkan email seperti itu?

Apalagi setiap hari!

Bisa jadi beberapa orang akan buru-buru membuka link dalam email tersebut tapi tak seorangpun yang suka pendekatan BUY BUY BUY apalagi dibandingkan dengan 1200 marketer lainnya yang membeli karena alasan diskon.

Itulah cara terburuk melakukan email marketing.

Tanpa sadar, Bedjo berperilaku seperti seorang spammer padahal tidak ada niatannya seperti itu.

Dia melakukannya karena seperti itulah dia melihat dominan marketer melakukan email marketing.

Apa?

Anda juga ada dalam list marketer seperti Bedjo?

Tuh kan benar?!

Masih banyak yang melakukan email marketing dan terperangkap dengan style “spammer”.

Dan ini saran sahabat saya seorang daily email player yang sudah menekuni email marketing selama lebih dari 6 tahun:

Ada cara yang baik dan cara yang belum baik dalam menulis email…

…jika yang anda lakukan adalah mengirimkan email yang isinya hanya diskon, scarcity, offer…offer…offer, maka jangan salahkan pembaca akan menghubungkan apa yang anda lakukan sebagai spammer, mereka akan stop membuka dan membaca email-email anda.

Hal yang kontras akan terjadi jika anda mengirimkan email menggunakan konten story telling, menyisipkan humor segar atau anektot…

…subscriber akan membuka email anda sekalipun ujung-ujungnya anda menawarkan produk.

Mengapa bisa seperti itu?

Karena mereka merasa terhibur, mendapatkan edukasi, value setiap kali membaca email anda.

Mereka takut melewatkan pengalaman seperti itu khususnya dalam email.

“Tapi bagaimana jika saya tidak punya selera humor?”

It’s ok myfriend.

Anda tidak harus menjadi seorang komedian untuk menghibur via email.

Coba jawab pertanyaan berikut untuk memberikan anda inspirasi:

  • Bisakah anda mengirimkan tips sederhana tentang cara melakukan sesuatu?
  • Bisakah anda memberikan berita terbaru tentang satu topik?
  • Bisakah anda bertanya pada pembaca anda?
  • Bisakah anda menceritakan kejadian hari ini yang anda alami?

Saya jamin anda bisa melakukan salah satunya dan itulah mengapa anda bisa menulis dan mengirimkan email yang lebih menyenangkan untuk subscriber anda.

Cobalah dan lihat reaksi subscriber anda dan amati peningkatkan penjualan anda.

-CCL

 


Masih penasaran bagaimana menulis email dengan FUN?

7 Days FUN Email Challenge

About the Author Cecilia

Saat awal mulai mempelajari Email Marketing, saya tidak punya pengalaman apapun dan gaptek saat berurusan dengan hal teknis Namun seiring dengan kemauan dan belajar, saya mulai bisa menulis, bermain dengan website, autoresponder dan semakin tertarik dengan FUNNMAIL (Funnel & Email), karena ini adalah fundamental suatu bisnis (dan masih banyak orang yang belum paham)

follow me on:

Leave a Comment: